FILSAFAT EKSISTENSIALISME

So, kali ini aku bakal jabarin aliran filsafat ini menggunakan metode 5W 1H

Apasih aliran filsafat eksistensialisme itu?
Siapa pencetusnya?
Kenapa dicetuskan?
Kapan dicetuskan?
Dimana dicetuskannya?
Bagaimana? Coba jelasin!


Hasil gambar untuk eksistensialisme adalah

iseng aja gan btw ini matkul ku, aku tulis di sini biar masuk ke otak belajarnya wkwkwkwk
klo mau baca silahkan, gk ya buat aku aja :p

1. Apasih aliran filsafat eksistensialisme itu?
merupakan aliran filsafat yang membahas keberadaan individu, khususnya relasi individu terhadap sistem(alam, sosial, spiritual, dll). Filsafat eksistensialisme ini menjabarkan 3 jenis cara hidup, mengada, ada sebagai manusia, yaitu;
-estetis
-etis
-spiritual

2. Siapa pencetusnya?
 Soren Kirekegaard dan Jean Paul Sartre

3. Kenapa dicetuskan?
Kierkegaard dengan eksistensialismenya mengajari kita bagaimana menjadi ksatria iman yang bereksistensi sesuai esensi,
Sartre mengajari kita bahwa hidup adalah kebebasan dan tanggung jawab diri sendiri.

4. Dimana dicetuskannya?
Soren Kierkegaard : Denmark
Jean Paul Sartre : Prancis

Soren Kierkegaard lahir dari keluarga kaya di Kopenhagen, Ibukota Denmark, Ayahnya, Michael Pedersen Kierkegaard, adalah sosok yang saleh, namun ibu Soren Kierkegaard hamil di luar nikah, Ayah Soren Kierkegaard percaya bahwa keluarganya telah dikutuk oleh Kristus bahwa umur anaknya tidak akan ada yang melebihi umur Kristus hidup yakni 33 tahun, banyak dari ketujug saudara Soren Kierkegaard wafat di usia muda, namun hal tersebut tidak berlaku untuk Soren Kierkegaaard dan satu saudaranya.

Jean Paul Sartre lahir di Paris, Prancis, Ayahnya adalah Perwira Angkatan Laut Prancis, Sastre menjadi yatim saat berusia 2 tahun, mengakibatkannya diasuh oleh ibu, kakek dan neneknya.
Sartre dibesarkan di keluarga yang agnostis, kakeknya kerap menertawakan sesuatu yang berbau religius, tak satupun dari mereka memiliki iman yang taat.


5. Bagaimana? Coba jelasin!


 Soren Kirekegaard dan Jean Paul Sartre
 mereka memiliki kesamaan  antara cara hidup estetis dan etis, namun berbeda pendapat saat memasuki cara hidup spiritual, Kierkegaard mempercayai tuhan, dan hidup sebaik-baiknya adalah hidup secara spiritual.  namun, Sartre tidak mempercayai adanya tuhan, 

Menurut Kierkegaard orang yang terburuk adalah yang mengikuti cara hidup estetis(menikmati tanpa berfikir panjang), tidak pernah menyadari arti hidup, setiap hari bermalas malasan, makan popcorn, nonton drama, rebahan, scrolling twitter, diulangi lagi, ya gitu terus. sampai akhirnya dia merasa bosan, hidup gue kok gini-gini aja, mau jadi apa kedepan? Nah disinilah terjadi lompatan eksistensi, dengan melompat, dia akan menemukan jati dirinya yang baru, dari cara hidup estetis yang hanya menikmati hidup tanpa tujuan ke cara hidup etis, memaknai kehidupan, adapula ketika ia telah melakukan lompatan eksistensi, ada suatu lompatan yang lebih besar, yaitu lompatan iman, melompat dari cara hidup etis ke cara hidup spiritual, menjalani hidupnya untuk tuhan, hidup secara religius.
-lompatan eksistensi : berkomitmen dengan 1 cara hidup estetis ke etis
-lompatan iman : melompat dari cara hidup etis ke spiritual

Menurut Sartre, eksistensialisme adalah cara hidup manusia dengan bebas, manusia ada di dunia adalah dengan caranya sendiri, menurutnya, eksistensi adalah cara hidup tanpa membohongi dirinya sendiri, hidup secara penuh dengan kemauan dan tanggung jawabnya sendiri, bertanggung jawab atas dirinya dan orang lain, dengan adanya Tuhan, manusia terbatas untuk hidup dan tidak mencapai makna eksistensialisme, dengan hidup religius manusia tidak bertanggung jawab sepenuhnya, melainkan Tuhanlah yang bertanggung jawab.

Comments

Popular posts from this blog

GIATT

FENOMENA SOCIAL CLIMBING DAN KAITANNYA TERHADAP TEORI BOURDIEU

Random Topic dan Review Buku "The Alpha Girl's Guide"